id.planet.wikimedia

June 25, 2012

ivanlanin

Penelaahan sejawat

Salah satu istilah yang sempat memusingkan saya sewaktu pembuatan tesis adalah peer review. Masalah pertama adalah masalah klasik pada kata majemuk bahasa Inggris: apakah kata ini ditulis terpisah dengan spasi (peer review), terpisah dengan tanda hubung (peer-review), atau serangkai (peerreview)? Masalah kedua pun tak kalah pelik: apa padanan kata ini dalam bahasa Indonesia?

Masalah pertama dengan cepat terselesaikan. Artikel Wikipedia bahasa Inggris dan berbagai kamus daring menunjukkan penulisan yang cukup konsisten: peer review ditulis terpisah dengan spasi. Istilah ini digunakan untuk merujuk pada proses evaluasi yang dilakukan oleh individu yang berkompeten pada suatu bidang tertentu. Evaluasi ini bisa dilakukan terhadap kinerja profesional (professional peer review) ataupun terhadap karya, penelitian, atau gagasan cendekia (scholarly peer review). Jenis yang kedua inilah yang paling dikenal.

Dalam wawancara pada tanggal 22 Mei 2012, Prof. Andrianto Handojo dari Dewan Riset Nasional mengungkapkan bahwa scholarly peer review digunakan untuk mengevaluasi tulisan yang akan dimuat dalam jurnal ilmiah atau proposal (pendanaan) penelitian ilmiah. Evaluasi ini umumnya dilakukan dengan model blind peer review atau anonymous peer review yang tidak mengungkap nama penulis kepada orang yang mengevaluasi atau, sebaliknya, nama pengevaluasi kepada penulis. Model ini terbagi dua, yaitu single-blind peer review yang mengungkap nama penulis kepada pengevaluasi, tetapi menyembunyikan nama pengevaluasi kepada penulis, serta double-blind review yang tidak mengungkapkan nama kedua pihak kepada pihak lain.

Ware (2008) melakukan survei terhadap 3.040 akademisi dari berbagai negara dan menemukan bahwa model yang terbanyak dialami para responden adalah single-blind (72%) , sedangkan double-blind hanya dialami oleh 22% responden. Selain dua model ini, Ware menemukan bahwa ada dua model peer review lain yang juga digunakan, yaitu open peer review (3%) dan post-publication review (1%). Model open peer review adalah model yang mengungkap nama tiap pihak kepada pihak lain dan kadang disertai dengan penyertaan catatan evaluasi pada tulisan ilmiah. Model post-publication review adalah model yang melibatkan seluruh pembaca dalam evaluasi suatu tulisan dan memberikan skor terhadap tulisan tersebut setelah diterbitkan, biasanya dalam format elektronik.

Kembali kepada masalah kedua tentang padanan kata peer review dalam bahasa Indonesia, hasil penelusuran Google menunjukkan bahwa beberapa jurnal ilmiah menggunakan istilah “mitra bestari” untuk peer reviewer, orang yang melakukan peer review. Wah, indah sekali kata ini! Sekadar informasi, “bestari” adalah kata sifat yang berarti luas dan dalam pengetahuannya; berpendidikan baik; baik budi pekerti. Sementara itu, saya juga menemukan bahwa istilah “penilaian sejawat” pun banyak digunakan.

Karena masalah ini menyangkut penulisan dan penerbitan, saya pun menanyakan masalah ini kepada Bu Sofia Mansoor yang saya ketahui berpengalaman dalam bidang ini. Menurut beliau, Pak Adjat Sakri dan Penerbit ITB menggunakan istilah “penelaahan sejawat” untuk peer review. Aha!

Padanan “mitra bestari” untuk peer reviewer memang indah, tetapi sulit diturunkan untuk kata benda proses peer review dan kata sifat peer reviewed. Sementara itu, “penilaian sejawat” bertalian dengan kata “menilai” yang menurut saya memiliki rasa bahasa yang kurang enak. Lantaran itu, saya sangat senang sewaktu menemukan padanan “penelaahan sejawat” untuk peer review ini. Kata ini dapat dengan mudah dan enak diturunkan menjadi “penelaah sejawat” (peer review) dan “tertelaah sejawat” (peer reviewed). Bila dirasa belum nyaman, kita bisa saja menggunakan “berpenelaahan sejawat” untuk peer reviewed.

Berdasarkan definisi yang telah dijelaskan di atas, saya mengusulkan padanan-padanan berikut untuk jenis penelaahan sejawat:

  • blind (peer) review= penelaahan (sejawat) tertutup
    • single-blind (peer) review = penelaahan (sejawat) tertutup searah
    • double-blind (peer) review = penelaahan (sejawat) tertutup dua arah
  • open (peer) review = penelaahan (sejawat) terbuka
  • post-publication (peer) review = penelaahan (sejawat) pascapublikasi atau pascaterbit

Penelaahan sejawat merupakan suatu mekanisme yang telah diterapkan cukup lama untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah dalam dunia akademis. Dengan sedikit penyesuaian, saya yakin mekanisme ini dapat pula diterapkan untuk peningkatan kualitas ilmiah artikel Wikipedia bahasa Indonesia. Bila berhasil, bayangkan betapa dahsyatnya manfaat kearifan khalayak Wikipedia bagi generasi masa depan Indonesia: pengetahuan bebas nan berkualitas ilmiah!

Sumber gambar: Wikimedia Commons


Filed under: bahasa Indonesia, wikipedia Tagged: peer review, penelaahan, penilaian, sejawat, tesis, wikipedia

by Ivan Lanin at June 25, 2012 12:30 AM

June 21, 2012

ivanlanin

Tesis

Pada hari Selasa, 19 Juni 2012 yang lalu, saya berhasil melewati sidang karya akhir pascasarjana di Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia (MTI UI). Meskipun ada beberapa perbaikan yang perlu dilakukan, dewan penguji yang terdiri dari Riri Satria (pembimbing), Yudho Giri Sucahyo, dan Budi Yuwono menerima tesis saya yang berjudul “Strategi Peningkatan Kualitas Ilmiah Wikipedia Bahasa Indonesia“. Alhamdulillah.

Sejak semester II dua tahun yang lalu, saya sudah berniat menjadikan keandalan Wikipedia sebagai topik karya akhir saya. Sebagai wikipediawan, saya resah melihat penolakan akademisi untuk menjadikan Wikipedia sebagai sumber rujukan. Padahal, saya sendiri hampir selalu menggunakan Wikipedia sebagai gerbang utama pembelajaran mengenai suatu topik. Saya yakin banyak orang lain yang melakukan hal yang sama.

Oke, saya mengakui bahwa prinsip “dapat disunting oleh siapa pun” yang dianut oleh Wikipedia memang bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi prinsip ini mengusung semangat gotong royong dan memudahkan orang untuk berkolaborasi menyusun pengetahuan, tetapi di sisi lain prinsip ini memang membuat Wikipedia rentan terhadap perusakan atau vandalisme oleh tangan-tangan usil. Yang saya rasa tidak banyak diketahui orang adalah kami memiliki berbagai mekanisme untuk menangani hal tersebut. Sama seperti mekanisme antibodi manusia dalam menghalau serangan benda asing.

Ah, kenapa malah jadi curhat?

Tesis ini tidak akan terwujud tanpa dorongan dan bimbingan dari Pak Riri Satria dan Mas Henry Christianto. Satu hal tersulit yang saya pelajari dari mereka adalah pola berpikir dan menulis secara ilmiah. Walaupun cukup terbiasa menulis blog dan Wikipedia, ternyata keterampilan menulis ilmiah saya masih sangat rendah. Ibarat belajar naik sepeda, keterampilan baru ini sulit dipelajari, tetapi mengasyikkan begitu sudah terbiasa.

Selain Pak Riri dan Mas Henry, saya banyak sekali berutang terima kasih kepada berbagai pihak: para wikipediawan aktif dan akademisi yang telah bersedia menjadi narasumber, para kolega di APB Indonesia yang telah memaklumi hilangnya perhatian saya kepada pekerjaan, serta, terutama, keluarga saya yang telah memberikan dukungan moral yang luar biasa. Teman-teman yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu pun membuat saya terharu dengan perhatian dan dukungan yang mereka berikan.

Tulisan ini seharusnya saya masukkan dalam tesis saya sebagai prakata (preface). Namun, panduan penulisan karya akhir MTI UI hanya memberikan ruang untuk kata pengantar (foreword), istilah untuk pengantar yang ditulis oleh orang lain. Jadilah saya tidak punya ruang untuk menuliskan pengantar dari saya.

Tak apalah. Sudah lama juga blog ini terbengkalai tanpa tambahan tulisan baru.


Filed under: kehidupan, wikipedia Tagged: tesis

by Ivan Lanin at June 21, 2012 12:44 AM

March 26, 2011

ivanlanin

Di dan pada

Sewaktu menyunting beberapa kandidat artikel pilihan dan bagus di Wikipedia bahasa Indonesia, saya menemukan bahwa salah satu kebingungan yang dialami oleh para kontributor adalah penggunaan kata depan “di” dan “pada”. Menurut buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Alwi dkk., 2003, hlm. 295), preposisi “di” adalah penanda hubungan tempat, sedangkan “pada” adalah penanda hubungan waktu. Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah penggunaan “di” di depan kata penunjuk waktu seperti “di tahun”, “di masa”, “di abad”, dll. Sesuai dengan peran semantisnya, seharusnya di depan kata penunjuk waktu digunakan kata depan “pada”: “pada tahun”, “pada masa”, “pada abad”, dll.

Buku Tatabahasa Indonesia (Keraf, 1984, hlm. 81) menjelaskan lebih lanjut bahwa kata depan di, ke, dan dari digunakan hanya untuk kata-kata yang menyatakan tempat atau sesuatu yang dianggap tempat. Bagi kata-kata yang menyatakan orang, nama orang, nama binatang, nama waktu, atau kiasan dipergunakan kata pada untuk menggantikan di atau kata depan lain yang digabungkan dengan pada, seperti daripada dan kepada. Sumber daring cukup sahih yang juga membenarkan hal ini adalah artikel di situs web Balai Bahasa Jateng.

Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh aturan penggunaan kata depan penunjuk tempat dan waktu yang beragam dalam bahasa Inggris. On, in, dan at memang dapat digunakan sebagai penunjuk waktu dan tempat sesuai dengan konteks masing-masing. Dalam hal ini, aturan kata depan bahasa Indonesia sebenarnya lebih mudah: di digunakan untuk tempat; pada digunakan untuk selain tempat.

Beberapa contoh penggunaan lain yang tidak tepat:

  • Buku itu ada di saya (seharusnya … pada saya)
  • Di kesempatan ini, izinkan saya … (seharusnya Pada kesempatan …)
  • Berikan buku itu ke saya (seharusnya … kepada saya)

Sambil lalu, istilah preposition (bahasa Inggris) yang menjadi sumber serapan muradif kata depan, preposisi, (tampaknya) dibentuk dari awalan pre- dan position. Namun, mengapa serapannya tidak menjadi praposisi (a, bukan e) seperti halnya penyerapan prehistory menjadi prasejarah atau preschool menjadi prasekolah, ya?


Filed under: bahasa Indonesia, wikipedia Tagged: kata depan

by Ivan Lanin at March 26, 2011 08:55 PM

July 25, 2010

ivanlanin

Wikipediawan

WikipediawanJika diminta mendeskripsikan diri sendiri dengan satu kata, serta-merta saya akan menjawab “Wikipediawan” tanpa terlalu memikirkan apakah lawan bicara saya paham apa yang dimaksud dengan istilah itu. Wikipediawan, atau Wikipedian dalam bahasa Inggris, adalah orang yang menulis atau mengedit artikel untuk Wikipedia. Bagi yang belum tahu (!), Wikipedia adalah suatu ensiklopedia daring bebas dan terbuka yang dibuat secara kolaboratif oleh para sukarelawan dan dioperasikan oleh organisasi nirlaba Wikimedia Foundation.

Ada beberapa kebiasaan yang saya anggap ditimbulkan oleh kewikipediawanan saya sejak Februari 2006 ini. Berikut beberapa di antaranya.

  1. Deskriptif. Wikipediawan terbiasa menulis dengan gaya deskriptif, bukan naratif. Kalimat khas Wikipediawan diawali dengan “XYZ adalah”—XYZ adalah nama suatu konsep—dan dilanjutkan dengan deskripsi ringkasnya. Meskipun membuat Wikipediawan kesulitan untuk menulis fiksi atau puisi, kebiasaan ini sangat membantu memudahkan pemahaman tentang suatu konsep.
  2. Pedantis. Karena terbiasa dengan deskripsi, Wikipediawan cenderung cerewet dengan ketepatan penggunaan bahasa. Hal ini juga tampaknya membuat banyak Wikipediawan, termasuk saya, pada akhirnya jatuh cinta dengan linguistik. Dampak buruknya adalah jika kebiasaan rewel terhadap diksi ini terbawa ke dalam keseharian: banyak sanak dan kawan saya yang cemberut karena saya sering mengoreksi kesalahan ejaan atau tata bahasa dalam percakapan sehari-hari. Akhirnya kini secara sadar saya berupaya mengerem kebiasaan pedantis terhadap ragam nonformal.
  3. Berupaya netral. Salah satu pilar utama Wikipedia, sudut pandang netral (NPOV, neutral point of view), ternyata juga berpengaruh terhadap sifat Wikipediawan. Jika ada beberapa pandangan atau pilihan terhadap suatu hal, Wikipediawan akan menyajikan berbagai opsi tersebut, kadang disertai dengan pilihan pribadinya dan kadang tidak. Seorang sahabat pernah mengkritik saya dan menganjurkan untuk mengambil sikap tegas untuk beberapa permasalahan tertentu ketimbang sekadar memberi fakta.
  4. Cinta rujukan. Wikipediawan diharuskan mengutip sumber tulisan, terutama jika suatu pernyataan atau fakta belum banyak diketahui orang, bertentangan dengan pendapat umum, atau dapat mengundang kontroversi. @senirupa menyadarkan saya bahwa ternyata kebiasaan memberi rujukan ini saya terapkan bahkan sampai ke Twitter: hampir semua kicauan saya disertai dengan tautan ke sumber rujukan.
  5. Suka kapitalisasi kalimat. Pedoman gaya Wikipedia mengatur bahwa kapitalisasi yang digunakan pada judul adalah kapitalisasi kalimat (sentence case): hanya huruf pertama kata pertama yang ditulis dengan huruf besar, kecuali untuk nama diri. Karena bertentangan dengan pedoman EYD, kebiasaan ini kadang menimbulkan masalah. Untunglah tampaknya sedikit demi sedikit hal ini mulai bisa diterima asal taat asas.

Positif atau tidaknya berbagai kebiasaan itu sangat tergantung pada konteks dan sudut pandang penilai. Namun, saya tetap bangga mengaku sebagai Wikipediawan dengan segala kebiasaan tersebut.


Filed under: wikipedia Tagged: wikipedian, wikipediawan

by Ivan Lanin at July 25, 2010 08:47 PM

May 14, 2010

ivanlanin

Tampilan baru Wikipedia

Mulai tanggal 13 Mei 2010 pukul 8.00 UTC, Wikimedia menerapkan tampilan dan nuansa (look and feel) baru pada antarmuka Wikipedia bahasa Inggris. Perubahan ini selanjutnya juga akan diterapkan secara bertahap pada berbagai bahasa Wikipedia serta proyek Wikimedia lain seperti Wiktionary, Wikibooks, Wikiquote, dan Wikisource. Bersamaan dengan itu, Wikipedia pun mengganti logonya menjadi logo baru yang berdesain 3 dimensi yang telah memperbaiki beberapa kesalahan tipografi yang ditemukan pada logo sebelumnya.

Perubahan ini merupakan hasil dari Wikipedia Usability Initiative (Prakarsa Kebergunaan Wikipedia) yang telah berjalan sekitar satu tahun dan telah diterapkan sebelumnya di Wikinews dan Wikimedia Commons. Tujuan utama dari prakarsa ini adalah untuk mempermudah penggunaan Wikipedia dan mengurangi hambatan untuk berkontribusi. Beberapa perubahan yang diterapkan antara lain adalah adalah sebagai berikut.

  1. Navigasi yang lebih jelas; antara lain dengan mengatur ulang tab di bagian atas halaman sehingga memperjelas perbedaan fungsi masing-masing halaman: membaca, menyunting, dll.
  2. Bilah alat penyuntingan yang lebih mudah digunakan; antara lain dengan mengatur ulang tombol-tombolnya sehingga lebih sederhana dan intuitif untuk dipakai.
  3. Wisaya (wizard) pembuatan tautan dan tabel; penambahan pranala (tautan) internal atau eksternal serta tabel kini dapat dilakukan melalui dialog.

Seperti halnya semua perubahan lain, perubahan pada tampilan Wikipedia ini memang sedikit menyulitkan dan membuat banyak pengguna lama Wikipedia menggerundel; termasuk saya. Demi tujuan jangka panjang untuk meningkatkan kebergunaan Wikipedia, semua perubahan ini harus dipandang secara positif dan dicoba untuk diterima.

Tangkapan layar Wikipedia bahasa Inggris, 13 Mei 2010

Tangkapan layar Wikipedia bahasa Inggris, 13 Mei 2010

Kalau Wikipedia saja bisa mengubah desainnya secara cukup drastis, mengapa saya tidak? Blog nan tak (kalah) penting (NTKP) ini mulai saya isi sejak Juni 2007. Sejak awal, saya belum pernah mengganti tema baku WordPress, Kubrick, meskipun lambat laun bosan juga melihat desainnya yang terlalu “datar”. Walaupun sebenarnya tidak bermaksud ikut-ikutan dengan perubahan desain Wikipedia, per hari ini, 14 Mei 2010 (hampir 3 tahun sejak Juni 2007!), tema NTKP diubah menjadi Cutline; diiringi niat semoga kelak bisa cukup mengganti gambar di bagian atas untuk memperoleh tampilan dan nuansa yang lebih segar.

Amin.

Pemutakhiran #1: Ternyata pada tanggal 13 Mei 2010 WordPress.com menyediakan satu pilihan tema baru yang lebih saya sukai daripada Cutline: Enterprise.


Filed under: wikipedia Tagged: tampilan

by Ivan Lanin at May 14, 2010 12:15 PM

May 04, 2010

ivanlanin

Keterandalan Wikipedia

Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh peserta pada beberapa pelatihan menulis Wikipedia adalah tentang keterandalan atau reliabilitas Wikipedia: Apakah isi artikel Wikipedia bisa diandalkan keakuratan dan kelengkapannya serta bolehkan digunakan sebagai sumber rujukan ilmiah? Apa sajakah upaya yang dilakukan oleh para kontributor Wikipedia untuk dapat menjamin keakuratan artikel Wikipedia?

Beberapa kajian ilmiah dari berbagai sudut pandang telah dilakukan untuk menelaah masalah ini. Hasilnya pun sangat beragam: Ada yang mengatakan bahwa Wikipedia tidak kalah akurat dibandingkan ensiklopedia lain (seperti kajian majalah Nature pada tahun 2005) tapi banyak juga yang menemukan berbagai kesalahan pada artikel Wikipedia. Tapi secara umum, sikap kalangan akademisi cukup jelas, yaitu menolak untuk menggunakan Wikipedia sebagai bahan rujukan tulisan ilmiah. Alasan utamanya adalah karena pembuat artikel Wikipedia tidak dapat dipastikan kredibilitasnya atas topik yang ditulisnya. Cara penulisan Wikipedia yang bersifat kolaboratif juga dianggap sangat rentan terhadap kesalahan.

Sebagai ensiklopedia bebas yang dapat disunting oleh siapa pun (the free encyclopedia that anyone can edit), Wikipedia memang ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Dalam historiografi, ensiklopedia termasuk dalam sumber tersier yang menempati posisi paling bawah dalam urutan kedekatan naskah sumber dengan sumber informasi–setelah sumber primer (dokumen asli, notula, dll.) dan sumber sekunder (artikel jurnal ilmiah, dll.). Prinsip kebebasan untuk disunting oleh siapa pun membuat sulit untuk mencari orang yang dapat bertanggung jawab jika ada suatu kesalahan dalam artikel, berbeda dengan suatu artikel ilmiah atau buku yang jelas siapa pengarangnya.

Sebenarnya, para Wikipediawan Indonesia sangat memahami hal ini. Beberapa langkah yang telah dilakukan untuk menangani hal ini adalah sebagai berikut.

  1. Pemantauan halaman perubahan terbaru. Semua perubahan yang terjadi di Wikipedia bisa dilihat dari halaman ini. Kontributor kawakan biasanya dapat melihat tanda-tanda vandalisme dan dapat memperbaikinya.
  2. Penerapan kebijakan untuk memberikan sumber terpercaya sebagai rujukan artikel. Prinsip ini mirip dengan penulisan ilmiah yang harus memberikan sumber rujukan terhadap suatu fakta.
  3. Pencegahan pembuatan artikel baru oleh pengguna anonim. Pengguna anonim sulit dimintai pertanggungjawaban terhadap kebenaran suatu artikel dan berdasarkan pengalaman lebih sering membuat artikel yang bersifat uji coba atau bahkan ngawur.

Satu hal tambahan yang sebenarnya ditunggu-tunggu adalah penerapan ekstensi FlaggedRevisions. Ekstensi ini memungkinkan pemeriksaan dan pemberian tanda oleh editor terhadap kualitas suatu artikel. Dengan adanya tanda ini, pembaca akan mendapat informasi yang cukup tentang kualitas artikel tersebut.

Sebagai pencari informasi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mewaspadai isi Wikipedia, di antaranya:

  1. gunakan artikel Wikipedia hanya untuk mendapat informasi awal yang selanjutnya harus dipastikan kebenarannya dengan membaca rujukan yang ada pada artikel tersebut;
  2. periksa halaman versi terdahulu suatu artikel untuk melihat siapa saja yang telah berkontribusi dan apakah mereka dapat dipercaya (umumnya suntingan pengguna anonim perlu mendapat perhatian lebih); serta
  3. jangan memercayai dan menyalin mentah-mentah isi Wikipedia, melainkan cobalah untuk menerapkan skeptisisme ilmiah terhadap isinya.

Jika kembali ke pertanyaan: bolehkah Wikipedia digunakan sebagai sumber rujukan ilmiah? Menurut saya boleh asal mengikuti pedoman-pedoman di atas. Para sukarelawan Wikipedia Indonesia telah bekerja keras tanpa pamrih untuk mewujudkan repositori pengetahuan berbahasa Indonesia terbesar di dunia. Sayang kalau tidak digunakan hanya karena meragukan kebenaran isinya. Apakah Anda yakin bahwa semua tulisan di media massa itu akurat dan benar? Saya pikir tidak ada juga yang bisa menjamin.

Tapi, sama halnya seperti artikel media massa, semuanya terserah pembaca: jika percaya, silakan gunakan, jika tidak, ya, tidak usah.


Filed under: wikipedia

by Ivan Lanin at May 04, 2010 03:00 PM

January 09, 2010

ivanlanin

Mengapa saya tertarik dengan bahasa Indonesia?

Sewaktu acara arisan keluarga beberapa waktu silam, salah seorang paman saya bertanya, “Kenapa sih sekarang kamu tertarik dengan bahasa Indonesia?” Waktu itu agak lama saya mencoba mencari jawabannya karena selama ini tidak pernah berusaha memikirkannya. Tapi tampaknya, mau tidak mau saya harus “merumuskan” jawaban standar untuk pertanyaan ini karena ternyata setelah itu saya masih harus menjawab pertanyaan yang sama beberapa kali lagi.

Saya mulai tertarik mempelajari (kembali) bahasa Indonesia sewaktu mulai berkontribusi untuk Wikipedia bahasa Indonesia (WBI) pada sekitar Februari 2006. Sebelum itu, mungkin sama dengan sebagian besar orang Indonesia, saya menganggap bahwa karena lahir dan dibesarkan dengan bahasa ibu bahasa Indonesia, saya cukup paham tentang bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Tapi ternyata tidak. Saat mulai menulis di WBI, yang mengharuskan gaya bahasa formal dan ensiklopedik, terasa sekali bahwa kemampuan berbahasa Indonesia saya sangat buruk. Perbendaharaan kosakata saya masih sangat minim, apalagi jika bicara masalah tata bahasa: duh, hancur. Untunglah di WBI saat itu ada beberapa orang Wikipediawan senior yang bisa ditanya-tanya masalah ini dan perlahan (saya pikir) kemampuan berbahasa Indonesia saya pun mulai meningkat.

Pada pertengahan tahun 2007, saya bergabung dengan Bahtera, milis bahasa dan penerjemahan Indonesia. Kepercayaan diri akan kemampuan berbahasa Indonesia yang sudah mulai meningkat karena gemblengan WBI pun pupus saat mulai mengikuti berbagai diskusi ihwal bahasa di milis ini. Ternyata masih banyak sekali hal yang belum saya ketahui tentang bahasa Indonesia.

Kembali ke pertanyaan semula, mengapa saya tertarik dengan bahasa Indonesia?

Kemampuan berbahasa adalah kunci untuk bisa menyampaikan ide dengan baik. Tanpa adanya ini, seberapa baiknya pun suatu ide yang kita punyai, niscaya sulit untuk menyebarkannya.

Bahasa yang dipilih sebenarnya terserah kepada pemilik ide dan kepada siapa ia ingin menyampaikan idenya. Karena saya sudah lebih paham bahasa Indonesia daripada bahasa lainnya, lebih mudah untuk mengembangkan bahasa Indonesia saya ketimbang bahasa lain seperti bahasa Inggris atau bahasa Sunda. Konteks ide saya pun lebih banyak berkisar seputar masyarakat Indonesia karena menurut saya, masih banyak yang bisa dilakukan untuk Indonesia dan masih banyak orang Indonesia yang lebih bisa memahami ide yang disampaikan dalam bahasa Indonesia.

Beberapa hal yang saya percayai tentang bahasa adalah:

  1. Memiliki bahasa ibu bahasa Indonesia bukan berarti kita paham betul bahasa kita sendiri.
  2. Bahasa bukan ilmu pasti yang kaku, meskipun tetap memiliki pola dan aturan yang berlaku umum.
  3. Ragam formal adalah pilihan utama untuk pembicaraan publik, tapi ragam percakapan tetap akan hidup karena sifatnya yang membuat suasana lebih akrab.
  4. Bahasa hanyalah sarana untuk berkomunikasi. Selagi semua atau mayoritas orang yang berpartisipasi dalam komunikasi tersebut paham dengan bahasa yang digunakan, bahasa apa pun yang dipakai sah-sah saja.

Saya bukanlah munsyi bahasa Indonesia. Saya hanyalah penggemar bahasa Indonesia yang masih sangat sering menggunakan ragam percakapan (tidak formal) dalam pembicaraan antarkawan, campuran bahasa Inggris kala tak menemukan ungkapan bahasa Indonesia yang dirasa cukup menggambarkan maksud, serta selalu cemas apakah diksi atau tata bahasa yang digunakan sudah tepat.

Tapi saya akan terus belajar dan menyampaikan, walau sedikit, apa yang sudah saya pelajari kepada orang lain agar semakin banyak ide yang bisa dilahirkan dengan bahasa Indonesia yang efektif.

Untuk #indonesiaunite. Eh, maksudnya #indonesiabersatu.

Ilustrasi: FreshMinds Talent


Diposkan padabahasa Indonesia, kehidupan, wikipedia

by Ivan Lanin at January 09, 2010 03:57 PM

January 05, 2010

ivanlanin

GLAM

Pada tanggal 6-7 Agustus 2009, Wikimedia Australia (WMAU) mengadakan konferensi GLAM-WIKI di Canberra, Australia yang bertujuan untuk merumuskan hal-hal yang bisa dilakukan bersama antara lembaga-lembaga GLAM di Australia dan Selandia Baru dengan gerakan Wikimedia. GLAM (singkatan bahasa Inggris dari galleries, libraries, archives, museums) adalah suatu sektor kebudayaan yang terbentuk dari empat jenis lembaga (galeri, perpustakaan, arsip, dan museum) yang memiliki kesamaan sebagai lembaga pengumpul (collection institution) sumber primer sesuai dengan lingkup kerjanya masing-masing. Meskipun mungkin panjang perjalanan untuk merintis suatu upaya yang sama dengan yang dilakukan oleh WMAU di Indonesia, tulisan ini mencoba merunut kelembagaan galeri, perpustakaan, arsip, dan museum (GPAM) nasional di Indonesia.

Galeri Nasional Indonesia adalah unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) yang bertugas melaksanakan pengumpulan, pendokumentasian, registrasi, penelitian, pemeliharaan, perawatan, pengamanan, penyajian, penyebarluasan informasi dan bimbingan edukatif terhadap karya seni rupa. Lembaga ini mengkoleksi karya seni rupa modern dan kontemporer, seperti lukisan, sketsa, grafis, patung, dan fotografi, seni instalasi, serta karya seni kriya dan seni etnik, seperti keramik, batik dan wayang. Saat ini Galeri Nasional Indonesia memiliki sekitar 1770 koleksi karya seniman Indonesia dan mancanegara. Lembaga ini berkantor di Jl. Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta 10110 (Telp. 021-34833954).

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atau Perpusnas adalah suatu lembaga pemerintah non departemen (LPND) yang berfungsi melakukan tugas pemerintahan di bidang perpustakaan. Lembaga ini berkantor di Jl. Salemba Raya No. 28A, Jakarta 10002 (Telp. 021-68293700).

Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI adalah suatu LPND yang berfungsi melakukan tugas pemerintahan di bidang kearsipan. Lembaga ini berkantor di Jl. Ampera Raya No. 7, Jakarta 12560 (Telp. 021-7805851).

Museum Nasional Republik Indonesia dikenal juga sebagai Museum Gajah dan berlokasi di Jl. Medan Merdeka Barat No. 12, Jakarta 10110 (Telp. 021-3811551). Pengelolaan museum di Indonesia dilakukan oleh Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Depbudpar.

Penutup

Dari informasi tersebut, tampak bahwa sektor GLAM di Indonesia ditangani secara berbeda oleh pemerintah. Galeri dan museum berada di bawah Depbudpar sedangkan perpustakaan dan arsip merupakan lembaga sendiri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI.

Setahu saya, selain yang dikelola oleh pemerintah, ada juga galeri, perpustakaan, dan museum yang dikelola oleh swasta. Kalau lembaga arsip, ya tampaknya hanya ANRI itu saja yang ada.

Duh, bagaimana mulainya ya?


Diposkan padawikipedia

by Ivan Lanin at January 05, 2010 08:30 PM

October 13, 2009

ivanlanin

Menulis Wikipedia sebagai tugas sekolah

Beberapa hari ini, Wikipedia bahasa Indonesia “diserang” oleh artikel-artikel baru yang memiliki ciri-ciri khas (1) ditulis oleh pengguna baru yang menggunakan nama lengkap sebagai nama pengguna, (2) bertopik serupa yaitu teknologi informasi, dan (3) memiliki panjang artikel yang sudah pantas tidak digolongkan lagi sebagai tulisan rintisan.

Saya tidak ingat lagi persisnya kapan, tapi sebenarnya peristiwa serupa sudah pernah terjadi dulu. Meskipun belum ada bukti otentik, para Wikipediawan pun menyimpulkan bahwa “serangan” ini adalah karena adanya penugasan dari sekolah untuk menulis Wikipedia.

Nilai tambah

Sebenarnya, penugasan macam ini memiliki nilai tambah dibandingkan dengan penugasan konvensional dengan hasil dokumen konvensional. Kelebihannya antara lain:

  1. mendorong siswa untuk membuat karya yang relevan dengan pelajarannya di luar ruang kelas dan langsung dapat diakses orang banyak,
  2. menghadapkan siswa langsung pada dunia nyata yang dengan kritis menilai karyanya dan  tidak hanya bergantung pada penilaian sang pengajar,
  3. mengubah pandangan siswa tentang proses menulis dengan menekankan pada pentingnya pengembangan berkelanjutan,
  4. mengajarkan siswa untuk menggunakan dan mengevaluasi rujukan dalam melakukan riset dan penulisan, serta
  5. mengabadikan karya siswa dan memperluas jangkauan manfaat karya tersebut dengan meletakkannya di salah satu situs rujukan terpopuler di Internet.

Kerepotan

Sayangnya, mungkin karena belum terlalu paham dengan gaya penulisan Wikipedia, artikel-artikel baru ini agak merepotkan bagi para kontributor lain. Kerepotan-kerepotan yang ditimbulkan di antaranya:

  1. Duplikasi. Artikel yang dibuat sebenarnya telah ada di Wikipedia dengan judul lain. Atau pada kasus yang lebih sulit, suatu artikel spesifik kadang tidak layak dibuat menjadi artikel baru melainkan sebaiknya digabung dengan artikel yang sudah ada.
  2. Kapitalisasi. Konsensus penulisan judul di Wikipedia adalah bahwa huruf kapital hanya diberikan untuk huruf pertama judul dan bukan untuk huruf pertama setiap kata dalam judul, kecuali untuk nama diri.
  3. Kelayakan. Subjek bahasan artikel kadang tidak layak menjadi artikel Wikipedia sesuai dengan pedoman kelayakan artikel Wikipedia.
  4. Identitas penulis. Wikipedia tidak mengizinkan pencantuman identitas penulis dalam badan artikel. Ini sesuai dengan prinsip bahwa kepemilikan artikel tidak dimiliki oleh seseorang, melainkan oleh seluruh kontributor.

Prinsip dasar

Beberapa prinsip dasar Wikipedia yang harus dipahami sebelum memberi tugas atau melaksanakan tugas menulis Wikipedia adalah:

  1. Pembahasan populer, bukan akademik. Artikel Wikipedia tidak dapat disetarakan dengan makalah akademik. Artikel Wikipedia adalah pratinjau dan menganggap bahwa pembaca hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang subjek yang sedang dibahas.
  2. Bukan riset asli dan dari sumber terpercaya. Artikel Wikipedia tidak boleh menyertakan sintesis fakta baru dan dibatasi hanya pada informasi yang telah diterbitkan di sumber-sumber terpercaya: koran, majalah, jurnal, dll.
  3. Jaringan artikel. Nilai suatu artikel ditentukan oleh kaitannya dengan artikel-artikel lain di dalam Wikipedia. Artikel yang berdiri sendiri atau artikel yang ditulis hanya berdasarkan satu atau dua sumber tidak dianjurkan.
  4. Sudut pandang netral. Artikel harus menyajikan informasi dengan sudut pandang netral yang di antaranya mencakup perimbangan pembahasan terhadap berbagai pandangan untuk subjek tertentu.

Penutup

Kerja sama antara Wikipedia dan kalangan akademisi melalui penugasan untuk menulis Wikipedia sebenarnya adalah suatu simbiosis mutualisme: Wikipedia mendapat sumbangan tulisan yang cukup berkualitas dan akademisi mendapat sarana praktik penelitian dan penulisan. Berangkat dari pemikiran ini, untuk melancarkan simbiosis ini, maka dirintislah Wikipedia:Proyek sekolah dan universitas.

Halaman ini berusaha memberikan pedoman bagaimana melakukan penugasan atau tugas menulis Wikipedia bagi sekolah dan universitas. Dengan pedoman ini diharapkan pelaksanaan proyek menulis Wikipedia oleh sekolah dapat mencapai tujuan yang diharapkan pengajar dan di sisi lain Wikipedia pun bisa mendapatkan sumbangan artikel yang berharga dan berkualitas.

Apakah Anda adalah guru atau dosen? Ayo, bantu Wikipedia!


Diposkan padawikipedia

by Ivan Lanin at October 13, 2009 05:06 PM

September 13, 2009

ivanlanin

Statistik kunjungan halaman Wikipedia

Sebagai salah satu situs rujukan terbesar dan terpopuler di Internet, Wikipedia sering menjadi sumber pertama untuk mencari informasi mengenai topik tertentu, apalagi jika topik tersebut sedang populer. Kejadian terakhir yang membuktikan hal ini adalah melonjaknya pengunjung artikel Michael Jackson sewaktu raja pop ini meninggal dunia pada akhir Juni 2009.

Bagi media massa, statistik merupakan fakta yang cukup menarik untuk menjadi bahan tulisan. Termasuk statistik kunjungan halaman Wikipedia. Sewaktu meninggalnya Mbah Surip awal Agustus kemarin, misalnya, beberapa media massa sempat menanyakan apakah ada lonjakan kunjungan ke artikelnya di Wikipedia. Ternyata benar, pada tanggal 4 Agustus 2009, tampilan halaman Mbah Surip melonjak mencapai angka 3300!

Situs stats.grok.se sebenarnya telah memfasilitasi kebutuhan untuk melihat statistik jumlah kunjungan per halaman Wikipedia pada suatu bulan tertentu. Untuk mempermudah akses, di Wikipedia bahasa Indonesia telah dibuatkan suatu gadget untuk melihat statistik bulan berjalan suatu halaman. Jika diaktifkan melalui halaman preferensi, gadget ini akan menambahkan suatu pranala baru, “statistik halaman,” di menu kotak peralatan untuk melihat statistik kunjungan halaman itu.

Sayangnya, sampai sekarang saya belum menemukan padanan yang enak dalam bahasa Indonesia untuk gadget. Pusat Bahasa sih memadankannya dengan acang.

Sambil lalu, statistik resmi untuk proyek-proyek Wikimedia dapat diakses di stats.wikimedia.org.


Diposkan padawikipedia

by Ivan Lanin at September 13, 2009 07:12 PM